Rabu, 24 Oktober 2018

Celotehan Dinda

Kenapa cuma aku?
Kenapa harus aku?
Detak jantung tak beraturan
Denyut nadi seolah berhenti

Tak ku sangka,
Dia yang dulu membenciku,
Bahkan tak ingin saling sapa,
Kini datang kerumahku

Tanpa banyak basa-basi
Dengan setengah gugup
Dia berusaha merangkai maksud hati
Bahwa aku yang ada di hati

Aku terheran dengan sikapnya
Kenapa dahulu dia sangat acuh padaku
Ternyata bukan benci,
Melainkan cinta yang ia miliki

Tak habis pikir,
Bak aktor papan atas
Dia sangat lihai memerankan peran
Seolah dia sangat membenciku

Ternyata di balik itu
Dia sangat mendambakanku
Mengamatiku dengan caranya sendiri
Dan mencitaiku dalam diamnya

Terima kasih,
Kau mencintaiku dengan caramu
Tanpa banyak buaian kata-kata manis
Aku pun kini milikmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar