Kamis, 25 Oktober 2018

Biru Membeku

Tak pernah ku begini
Diselimuti dengan kabut kesedihan
Tawa canda bak musuhku saat ini
Apakah aku pun harus berhenti?

Jasad kian membiru
Bahkan saat istirahat terakhirmu
Kau tersenyum penuh ketenangan
Dan aku yang sesak dengan tangisan

Ku sangka masih 100 tahun lagi,
Ternyata datangnya hari ini
Belum banyak persiapanku
Untuk  harus mengenangmu

Kamu biru membeku
Mataku merah membengkak
Kau pergi tanpa pamit
Hanya beberapa kode yang kau beri

Tak bisa ku tampung lagi
Jeritan isak tangis kian pecah
Bagaimana bisa aku tanpamu
Tapi kini aku harus hadapi itu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar