Assalamu'alaikum..
Hallo Guys, ketemu lagi nih..
Aku, si anak kecil yang sedikit curhat lewat blog.. :0
wah, kali ini kayaknya agak melow nih.
harap dimaklum ya, namanya juga perempuan yang lagi baper.. huhuu T.T
Apa ya? oh iya. Karen Wanita ingin dimengerti.. *eaa kaya lagu aja euy..
Ih tapi emang bener kok.
Karena apa? karena itu udah sifat fitrah mereka.
Sosok wanita memang sangatlah lembut.
Karena kelembutan ini yang membuatnya untuk terus memberi kelembutan akan hal-hal disekitarnya.
Sosoknya memang agak sulit dimengerti, iya bahkan dirinya sendiripun bingung akan dirinya.
Oleh karena itu, terkadang dia berusaha mencari sosok yang bisa menjadi genggaman erat dia, ketika dia merasa tak tentu arah. Ketika merasa dirinya sangat rapuh, dia akan berusaha mencari sosok yang mampu menguatkan, yang mampu memberinya semangat. Bukan sosok yang terkadang malah membuatnya makin terjatuh dan terpuruk.
Karena makhluk ini penuh dengan kelembutan, cobalah mendekat dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Jangan kau biarkan kata-kata kasar melukai hatinya. Karena sejatinya, jika sosok wanita dikecewakan. Maka dia akan ingat akan hal itu sampai kapanpun, walaupun dia memaafkan, tapi terkadang dia tak akan melupakan hal itu.
Cobalah bijak dan mengerti akan sosok dirinya. Karena jika kau mengerti dirinya, maka dia akan lebih mengerti dirimu. Tapi jika kau abaikan dirinya, maka dia akan lebih mengabaikan dirimu. Dia sosok yang sangat ingin dimanja, walaupun tak sedikitpun dia berkata ingin hal itu. Sifatnya yang pemalu dalan mengungkapkan rasa, yang membuat orang lain ingin semakin tau dan penasaran akan dirinya. Wanita selalu bersikap sok acuh, itu karena dia ingin memposisikan dirinya tidak mudah didapatkan. Hanya lelaki yang benar-benar menginginkan dan mencintainya-lah yang berusaha untuk mendapatkan simpatik darinya. Dan ingat, ketika dia sudah memberikan simpatik pada seseorang, maka jangan pernah sia-siakan akan hal itu terlebih sampai mengabaikannya. Karena jika seperti itu terjadi, maka dia akan sangat menyesal telah melakukan hal itu yang berujung ke sia-siaan.
Semakin dicintai, maka dia akan semakin mencinta.
Semakin dirindu, maka dia akan semakin merindu.
Semakin dibutuhkan, maka dia akan merasa sangat berarti.
Tapi...
Jika dirinya disakiti, maka dia akan merasa sangat tersakiti.
Jika dikecewakan, maka dia akan merasa sangat kecewa.
Memori ingatannya tidak muda dia lupakan. Dia akan mengingat semua kenangan dalam dirinya. Kenanga baik maupun buruk.
Lalu, kenangan apa yang ingin kau ciptakan dengan sosok malaikat lembut ini?
Ini sedikit curahan hati sosok perempuan kecil, apakah kamu juga merasakan hal yang sama? :)
- Aku, sosok perempuan dengan penuh kelembutan yang tak ingin tersakiti -
Sabtu, 17 September 2016
Jumat, 16 September 2016
Bagaimana Sosok Seorang Pemimpin ?
Assalamu'alaikum..
Ini sedikit cerita yang agak serius.
Kenapa ya? mungkin karena ada kata 'Pemimpin' di judulnya. :)
Oh iya. Apasih pemimpin itu?
Hmm, kalo orang ,lain biasa mendefinisikan adalah orang yang berada di posisi paling depan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. So, itu engga salah kok. Namanya juga pendapat, ya pasti benar. Mungkin terkadang kurang tepat aja.
Apa sih "Pemimpin'? Iya, orang yang selalu di elu-elu kan oleh anggota atau staffnya. Berusaha selalu diposisi paling depan, dan mau menanggung resiko besar dari keputusan-keputusan yang terjadi. Mereka bersikap bijak dan mengayomi seluruh elemen yang ada.
Tapi nyata, fenomena yang terjadi dikalangan pemerintah, masyarakat bahkan tingkat sekolah/universitaspun masih sangat minim akan sifat kepemimpinan yang ada pada jiwa para pemimpin tersebut.Ada yang menyalah gunakan kepemimpinanya hanya untuk kesanangan semata, ada juga yang memilih pemimpin karena ingin berada diposisi paling atas agar dihormati banyak orang, dan lain sebagainya.
Jadi seorang pemimpin itu tidak mudah. Tapi yang saya bingungkan adalah kenapa banyak dari setiap insan memilih untuk menjadi seorang pemimpin. Padahal dengan beban dan tugas-tugas berat yang diembannya, banyak orang yang memilih akan hal itu. Ya, memang tak ada yang salah dengan seseorang yang memilih akan posisi itu. Tapi sangat disayangkan adalah jika seseorang memilih dirinya sendiri untuk menjadi pemimpin dan merasa dirinya layak akan hal itu, dan ketika masa kepemimpinannya sedang berjalan "Sang Pemimpin" itu malah melalaikan tugas-tugasnya sebagai pemimpin. Mungkin karena dia merasa, memiliki anggota, staff ataupun bawahannya yang bisa menurutnya mampu dia diandalkan.
Hal tersebut sedang saya rasakan saat ini. Dimana sosok pemimpin yang seharusnya memimpin malah hilang begitu saja. tugas-tugas yang seharusnya dia yang melaksanakan, jadi dilimpahkan kebagian bawahnya. Lela, letih, capek, bahkan sampai tekanan batin dirasa. Sedang ketika memang membutuhkan sosoknya, dia menghilang begitu saja tanpa memberi kabar maupun kepastian. Iya, memang mungkin sibuk. Bahkan bukan hanya dirinya yang sibuk akan aktivitas lainnya. Tapi, apakah itu yang dinamakan sosok pemimpin, bagaimana bisa pemimpin mengabaikan tugas-tugasnya. Sedangkan dia menjadi sosok yang terkadang dicontoh oleh yang lain.
Lantas, kalau sudah seperti itu bagaiamana?
Kita yang salah memilih dia sebagai pemimpin?
atau dia yang tidak amanah dengan tugas sebagai pemimpin yang sedang diembannya? :)
Dan akhirnya adalah saya membuat kesimpulan. Dengan kejadian yang sudah terjadi, ini adalah bukan salah yang memilih. Karena memang sejak awal sebelum kepemimpinannya berlangsungpun dia sudah berkomitment untuk menjalankan amanahnya dengan baik dan berusaha untuk selalu ada ketika dibutuhkan. Tapi ketika sudah terjun dilapangan bukan itu yang terjadi. Jadi sudah pasti dia bukan sosok pemimpin yang amanah. Setidaknya jika ada urusan lain yang mendadak ataupun hal apapun itu ya memberi kabar pada yang lain. Ini jangankan memberi kabar, ditanya pun tak satupun yang terjawab. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Dan akhirnya semua tugasnya dilepas begitu saja, karena dia berfikir ada yang bisa menanganinya sampai tugas itu selesai. Tanpa memikirkan bagaimana lelahnya dan rasa tanpa rasa bersalah..
Bukan menyalahkan sosok pemimpin. Tapi cobalah bijak dan amanah akan tugas yang sedang di emban. Jangan pernah befikir bahwa karena kalian berposisi dibagian paling atas, sehingga mampu berbuat sesuka yang ingin dilakukan. Coba pikirkan orang-orang dilingkungan sekitar yang sedang kita pimpin ,apakah mereka merasa nyaman dan apakah diri sudah mampu menjadi sosok pemimpin yang ideal, ideal disini adalah mampu melaksanakan komitmen yang sudah dipilihnya sejak awal.
So, Jika ada mejadi seorang pemimpin. Cobalah bijak akan hal apapun. Rangkul semua elemen dan divisi ataupun staff yang ada. Karena setiap jabatan atau amanah yang kita emban, nanti akan ada pertanggung jawabannya di akhirat. Mari buat catatan akhirmu lebih baik Sobat..
- Aku yang rindu sosok pemimpin yang Ideal-
Ini sedikit cerita yang agak serius.
Kenapa ya? mungkin karena ada kata 'Pemimpin' di judulnya. :)
Oh iya. Apasih pemimpin itu?
Hmm, kalo orang ,lain biasa mendefinisikan adalah orang yang berada di posisi paling depan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. So, itu engga salah kok. Namanya juga pendapat, ya pasti benar. Mungkin terkadang kurang tepat aja.
Apa sih "Pemimpin'? Iya, orang yang selalu di elu-elu kan oleh anggota atau staffnya. Berusaha selalu diposisi paling depan, dan mau menanggung resiko besar dari keputusan-keputusan yang terjadi. Mereka bersikap bijak dan mengayomi seluruh elemen yang ada.
Tapi nyata, fenomena yang terjadi dikalangan pemerintah, masyarakat bahkan tingkat sekolah/universitaspun masih sangat minim akan sifat kepemimpinan yang ada pada jiwa para pemimpin tersebut.Ada yang menyalah gunakan kepemimpinanya hanya untuk kesanangan semata, ada juga yang memilih pemimpin karena ingin berada diposisi paling atas agar dihormati banyak orang, dan lain sebagainya.
Jadi seorang pemimpin itu tidak mudah. Tapi yang saya bingungkan adalah kenapa banyak dari setiap insan memilih untuk menjadi seorang pemimpin. Padahal dengan beban dan tugas-tugas berat yang diembannya, banyak orang yang memilih akan hal itu. Ya, memang tak ada yang salah dengan seseorang yang memilih akan posisi itu. Tapi sangat disayangkan adalah jika seseorang memilih dirinya sendiri untuk menjadi pemimpin dan merasa dirinya layak akan hal itu, dan ketika masa kepemimpinannya sedang berjalan "Sang Pemimpin" itu malah melalaikan tugas-tugasnya sebagai pemimpin. Mungkin karena dia merasa, memiliki anggota, staff ataupun bawahannya yang bisa menurutnya mampu dia diandalkan.
Hal tersebut sedang saya rasakan saat ini. Dimana sosok pemimpin yang seharusnya memimpin malah hilang begitu saja. tugas-tugas yang seharusnya dia yang melaksanakan, jadi dilimpahkan kebagian bawahnya. Lela, letih, capek, bahkan sampai tekanan batin dirasa. Sedang ketika memang membutuhkan sosoknya, dia menghilang begitu saja tanpa memberi kabar maupun kepastian. Iya, memang mungkin sibuk. Bahkan bukan hanya dirinya yang sibuk akan aktivitas lainnya. Tapi, apakah itu yang dinamakan sosok pemimpin, bagaimana bisa pemimpin mengabaikan tugas-tugasnya. Sedangkan dia menjadi sosok yang terkadang dicontoh oleh yang lain.
Lantas, kalau sudah seperti itu bagaiamana?
Kita yang salah memilih dia sebagai pemimpin?
atau dia yang tidak amanah dengan tugas sebagai pemimpin yang sedang diembannya? :)
Dan akhirnya adalah saya membuat kesimpulan. Dengan kejadian yang sudah terjadi, ini adalah bukan salah yang memilih. Karena memang sejak awal sebelum kepemimpinannya berlangsungpun dia sudah berkomitment untuk menjalankan amanahnya dengan baik dan berusaha untuk selalu ada ketika dibutuhkan. Tapi ketika sudah terjun dilapangan bukan itu yang terjadi. Jadi sudah pasti dia bukan sosok pemimpin yang amanah. Setidaknya jika ada urusan lain yang mendadak ataupun hal apapun itu ya memberi kabar pada yang lain. Ini jangankan memberi kabar, ditanya pun tak satupun yang terjawab. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Dan akhirnya semua tugasnya dilepas begitu saja, karena dia berfikir ada yang bisa menanganinya sampai tugas itu selesai. Tanpa memikirkan bagaimana lelahnya dan rasa tanpa rasa bersalah..
Bukan menyalahkan sosok pemimpin. Tapi cobalah bijak dan amanah akan tugas yang sedang di emban. Jangan pernah befikir bahwa karena kalian berposisi dibagian paling atas, sehingga mampu berbuat sesuka yang ingin dilakukan. Coba pikirkan orang-orang dilingkungan sekitar yang sedang kita pimpin ,apakah mereka merasa nyaman dan apakah diri sudah mampu menjadi sosok pemimpin yang ideal, ideal disini adalah mampu melaksanakan komitmen yang sudah dipilihnya sejak awal.
So, Jika ada mejadi seorang pemimpin. Cobalah bijak akan hal apapun. Rangkul semua elemen dan divisi ataupun staff yang ada. Karena setiap jabatan atau amanah yang kita emban, nanti akan ada pertanggung jawabannya di akhirat. Mari buat catatan akhirmu lebih baik Sobat..
- Aku yang rindu sosok pemimpin yang Ideal-
Langganan:
Postingan (Atom)