Sayang,
Masih kurangkah diriku untukmu?
Setiap do'a yang kupanjatkan
Setiap kasih sayang yang ku berikan
Aku disini,
Menanti kabarmu,
Menanti hangat kasih sayangmu,
Apa kau mulai lupa denganku?
Sayang,
Cukupkan hanya untukku!
Bukannya sangat menyedihkan,
Ketika cintamu terbagi-bagi untuk wanita selain aku
Untuk ibu, keluargamu? Aku tak masalah!
Untuk oranglain? Kau anggap aku apa?
Sayang,
Aku sayang padamu
Perhatianku kurang kah?
Atau memang dirimu yang merasa kurang?
Biarkan aku,
Bertahan dengans senyuman
Little Queen
Depok, 30 Agustus 2017
11 : 27 WIB
Selasa, 29 Agustus 2017
Hari Itu...
Hari itu.
Sebuah hari dimana setiap insan menantinya,
Bahkan aku pun sampai saat ini menanti
Menanti dengan penuh duka cita
Duka cita?
Betapa rindu ini tetap bertahan
Membayangi, dan hanya bisa membayangi hari itu
Iya benar, hari itu adalah Hari Pernikahan
Aku menahan rindu, untukmu
Berharap rinduku, kau balas dengan hari itu
Pertemuan yang akhirnya dipersatukan
Dan akhirnya berbuah Surga
Bagaimana bisa aku tak memikirkan hari itu?
Jarak kita kan terhapus, dimulai dari hari itu
Semua kata dan perbuatan kan bernilai ibadah dihadapan-Nya
Ya Rabb,
Segerakan hari itu.
Bukankah menyegerakan hari itu, memang sudah seharusnya?
Semoga kau perkenankan aku untuk segera menyegerakannya
Ah, indah sekali rasanya
Rasanya bak sinar mentari di kala pagi
Begitu menghangatkan
Dan penuh dengan cahaya keindahan
Kau masih ragu?
Yakin!
Allah bersamamu,
Dan aku menunggumu, untuk hari itu.
Little Queen
Depok, 30 Agustus 2017
11:20 WIB
Sebuah hari dimana setiap insan menantinya,
Bahkan aku pun sampai saat ini menanti
Menanti dengan penuh duka cita
Duka cita?
Betapa rindu ini tetap bertahan
Membayangi, dan hanya bisa membayangi hari itu
Iya benar, hari itu adalah Hari Pernikahan
Aku menahan rindu, untukmu
Berharap rinduku, kau balas dengan hari itu
Pertemuan yang akhirnya dipersatukan
Dan akhirnya berbuah Surga
Bagaimana bisa aku tak memikirkan hari itu?
Jarak kita kan terhapus, dimulai dari hari itu
Semua kata dan perbuatan kan bernilai ibadah dihadapan-Nya
Ya Rabb,
Segerakan hari itu.
Bukankah menyegerakan hari itu, memang sudah seharusnya?
Semoga kau perkenankan aku untuk segera menyegerakannya
Ah, indah sekali rasanya
Rasanya bak sinar mentari di kala pagi
Begitu menghangatkan
Dan penuh dengan cahaya keindahan
Kau masih ragu?
Yakin!
Allah bersamamu,
Dan aku menunggumu, untuk hari itu.
Little Queen
Depok, 30 Agustus 2017
11:20 WIB
Kamis, 24 Agustus 2017
Maaf, Aku sibuk!
Aku sibuk nih, maaf ya.
Oh iya, gapapa. Silahkan dilanjut :)
Dan diulanginya setiap harinya.
Dan dijawab dengan hal yang sama setiap harinya.
Bukan kah sudah biasa?
Kenapa aku harus terus mencari dan menunggu?
Aku belum jadi prioritasnya, dan dia juga belum mau memprioritaskan aku :)
Yasudah, biarkan berjalan.
Jika memang sanggup bertahan, maka aku akan bertahan.
Jika memang tidak, mungkin aku secara perlahan akan pergi menjauh.
Bukan kah memang sudah jauh setiap hari?
Aku saja yang merasa selalu dekat, ya memang bodoh sekali.
Padahal kamu sangat jauh, jauh sekali.
Biarkan dia lakukan apapun, biarkan.
Aku masih disini, mungkin hanya menunggu angin berhembus lewat sekejap.
Aku juga tidak tahu, kenapa masih mau menunggumu?
Sedangkan setiap saat tak dipedulikan.
Entahlah, aku sedang apa.
Aku tak pernah mau berkomentar tentang kesibukanmu, apapun itu.
Dan aku akan tetap seperti ini.
Semoga aku masih bisa bertahan dengan kata "Maaf, Aku sibuk!" mu itu. :D
-Little Queen-
Depok, 24 Agustus 2017
16:54 WIB
Oh iya, gapapa. Silahkan dilanjut :)
Dan diulanginya setiap harinya.
Dan dijawab dengan hal yang sama setiap harinya.
Bukan kah sudah biasa?
Kenapa aku harus terus mencari dan menunggu?
Aku belum jadi prioritasnya, dan dia juga belum mau memprioritaskan aku :)
Yasudah, biarkan berjalan.
Jika memang sanggup bertahan, maka aku akan bertahan.
Jika memang tidak, mungkin aku secara perlahan akan pergi menjauh.
Bukan kah memang sudah jauh setiap hari?
Aku saja yang merasa selalu dekat, ya memang bodoh sekali.
Padahal kamu sangat jauh, jauh sekali.
Biarkan dia lakukan apapun, biarkan.
Aku masih disini, mungkin hanya menunggu angin berhembus lewat sekejap.
Aku juga tidak tahu, kenapa masih mau menunggumu?
Sedangkan setiap saat tak dipedulikan.
Entahlah, aku sedang apa.
Aku tak pernah mau berkomentar tentang kesibukanmu, apapun itu.
Dan aku akan tetap seperti ini.
Semoga aku masih bisa bertahan dengan kata "Maaf, Aku sibuk!" mu itu. :D
-Little Queen-
Depok, 24 Agustus 2017
16:54 WIB
Rabu, 23 Agustus 2017
Memakai Topeng "Senyum"
Ketika disapa "Hai", "Hallo" dan yang lainnya senyum lebar dari wanita itu tak pernah absen di wajahnya.
Setiap hari terlihat berseri, nampak tak ada luka dan derita.
Terlihat begitu tegar dan wibawa.
Ada rapat ini, ada kunjungan itu.
Ada perkumpulan disini, ada kegiatan disitu.
Tampak seperti seorang wanita yang gagah dan kokoh.
Dirinya bisa memposisikan diri, serta bersikap profesional.
Karena dia tahu, tempat-tempat tersebut bukan wadahnya untuk bermanja-manja.
Bukan tempatnya untuk mengeluh.
Bukan tempat dia untuk berbagi, tapi tempat dia untuk mendapatkan.
Mendapatkan hal-hal baru, hal-hal yang sedih, hal-hal bahagia dan hal lainnya.
Dia suka berkumpul di keramaian, sejatinya dia biasa berteman dengan sepi.
Dia biasa dihibur oleh sepi.
Dia biasa dibuat tertidur oleh sepi.
Dan memang, dia dan sepi sudah menjadi teman.
Topeng digunakan kembali, ditebar senyum sumringah.
Wanta itu, terlihat tegar kembali.
Terlihat sangat bersemangat dalam menjalani hari.
Padahal malamnya penuh dengan kesedihan.
Malam harinya penuh dengan air mata yang menetes tanpa dia sadari.
Malamnya, dan memang begitu adanya.
Teman bercerita?
Semoga segera ada.
-Little Queen-
Depok, 23 Agustus 2017
22:31 WIB
Setiap hari terlihat berseri, nampak tak ada luka dan derita.
Terlihat begitu tegar dan wibawa.
Ada rapat ini, ada kunjungan itu.
Ada perkumpulan disini, ada kegiatan disitu.
Tampak seperti seorang wanita yang gagah dan kokoh.
Dirinya bisa memposisikan diri, serta bersikap profesional.
Karena dia tahu, tempat-tempat tersebut bukan wadahnya untuk bermanja-manja.
Bukan tempatnya untuk mengeluh.
Bukan tempat dia untuk berbagi, tapi tempat dia untuk mendapatkan.
Mendapatkan hal-hal baru, hal-hal yang sedih, hal-hal bahagia dan hal lainnya.
Dia suka berkumpul di keramaian, sejatinya dia biasa berteman dengan sepi.
Dia biasa dihibur oleh sepi.
Dia biasa dibuat tertidur oleh sepi.
Dan memang, dia dan sepi sudah menjadi teman.
Topeng digunakan kembali, ditebar senyum sumringah.
Wanta itu, terlihat tegar kembali.
Terlihat sangat bersemangat dalam menjalani hari.
Padahal malamnya penuh dengan kesedihan.
Malam harinya penuh dengan air mata yang menetes tanpa dia sadari.
Malamnya, dan memang begitu adanya.
Teman bercerita?
Semoga segera ada.
-Little Queen-
Depok, 23 Agustus 2017
22:31 WIB
Bohong, kalau wanita tak punya cerita!
Wanita, semenitpun dalam hidupnya ada saja cerita.
Mulai, dari dia bangun tidur sampai tidur kembali.
Hidupnya penuh dengan cerita, entah cerita konyol, sedih, bahagia, absurd dan apapun itu.
Misal pagi-pagi nunggu ojek jemputan yang tidak kunjung datang.
Pas di jalan kena macet, kena lampu merah berkali-kali.
Sampai kantor atau kampus telat.
Itu baru cerita paginya, belum cerita waktu siangnya.
Belum cerita-cerita di waktu sore, malam dan waktu lainnya.
Bohong! Ketika wanita ditanya "Bagaimana harinya, ada yang mau diceritakan?", terus dijawab "Engga ada, biasa aja sih".
Bohong! itu suatu kebohongan besar!
Karena sejatinya, wanita ingin sekali cerita panjang kali lebar pada orang yang mereka anggap sangat menyayangi mereka.
Ingin cerita ini itu.
Ingin cerita dari hal-hal sepele sampai yang super serius yang dia rasakan di hari itu.
Cuma, wanita mengerti dan tak ingin di bagi-bagi.
Mending tidak cerita sama sekali, dari pada harus terbagi setengah-setengah.
Wanita ingin didengar dengan fokus, tidak ingin dunianya dibagi dengan dunia yang lainnya.
Untuk itu, mereka lebih memilih bungkam.
Lebih memilih diam.
Lebih memilih untuk menganggap harinya tak ada cerita.
Semuanya, dianggap angin berlalu.
Dan berbisik dalam hati "Bukankah memang seperti ini setiap hari? "
Wanita tidak ingin dunia miliknya di bagi dengan dunia yang lainnya.
:)
-Little Queen-
Depok, 23 Agustus 2017
22:13 WIB
Mulai, dari dia bangun tidur sampai tidur kembali.
Hidupnya penuh dengan cerita, entah cerita konyol, sedih, bahagia, absurd dan apapun itu.
Misal pagi-pagi nunggu ojek jemputan yang tidak kunjung datang.
Pas di jalan kena macet, kena lampu merah berkali-kali.
Sampai kantor atau kampus telat.
Itu baru cerita paginya, belum cerita waktu siangnya.
Belum cerita-cerita di waktu sore, malam dan waktu lainnya.
Bohong! Ketika wanita ditanya "Bagaimana harinya, ada yang mau diceritakan?", terus dijawab "Engga ada, biasa aja sih".
Bohong! itu suatu kebohongan besar!
Karena sejatinya, wanita ingin sekali cerita panjang kali lebar pada orang yang mereka anggap sangat menyayangi mereka.
Ingin cerita ini itu.
Ingin cerita dari hal-hal sepele sampai yang super serius yang dia rasakan di hari itu.
Cuma, wanita mengerti dan tak ingin di bagi-bagi.
Mending tidak cerita sama sekali, dari pada harus terbagi setengah-setengah.
Wanita ingin didengar dengan fokus, tidak ingin dunianya dibagi dengan dunia yang lainnya.
Untuk itu, mereka lebih memilih bungkam.
Lebih memilih diam.
Lebih memilih untuk menganggap harinya tak ada cerita.
Semuanya, dianggap angin berlalu.
Dan berbisik dalam hati "Bukankah memang seperti ini setiap hari? "
Wanita tidak ingin dunia miliknya di bagi dengan dunia yang lainnya.
:)
-Little Queen-
Depok, 23 Agustus 2017
22:13 WIB
Senin, 31 Juli 2017
DUNIA TERLIHAT BEGITU JELAS
BY
: UMUL SIDIKOH
Luas,
Dahulu
ku belum mampu menjamahnya keseluruhan
Begitu
banyak cerita di setiap sudutnya
Ada
hal-hal tersimpan begitu rapi
Ku
coba tuk tahu setiap cerita di sudut dunia
Banyak
ilmu dan hal menarik di dalamnya
Mulai
ku buka setiap lembarnya
Dan
perlahan, kini dunia mulai tergambar
Lembar-lembaran
itu membuatku candu
Karena
di dalamnya, dunia terlihat begitu jelasnya
Tentang
sebuah memori terdahulu
Dan
sebuah cerita kini serta rancangan tentang masa depan
Kini,
ku coba tuk menjamah dunia
Lewat
kata-kata yang tertulis rapi di setiap barisnya
Dari
setiap kalimat yang ku baca
Banyak
hal yang membuatku terpana
Setiap
lembaran-lembaran itu, memiliki makna tersendiri
Tanpa
banyak basa-basi, aku mulai tahu cara melihat dunia dengan jelas
Jendela
dunia terbuka dengan lebarnya
Kamis, 08 Juni 2017
Pendidikan itu, Penting! (2)
Melanjutkan dari tulisan sebelumnya.
Ada beberapa teman yang telah menanggapi tulisan saya sebelumnya. Dan berpendapat, bahwa pendidikan apapun penting, tapi akhlaknya yang baik jauh lebih penting.
Memang pendidikan itu penting. Dan saya tidak hanya memfokuskan pada satu cara untuk mendapatkan itu, yaitu pendidikan secara formal, bukan. Pendidikan bisa didapatkan melalui pendidikan formal maupun non-formal.
Memang benar, orang yg berilmu harus diimbagi dengan akhlak yang baik. Jika tidak, maka salah satu contohnya sudah kita lihat di layar kaca kita saat ini. Yaitu orang-orang yang dengan kasus korupsinya tenar dimana-mana beritanya.
Kenapa hal seperti itu bisa terjadi? Sudah jelas kita pasti tahu jawabannya, dikarenakan ilmu tinggi namun tidak diimbangi dengan akhlak yang baik.
Mereka yang terbelit kasus tersebut, ilmu yang dimilikinya sudah tidak diragukan lagi. Gelar yang disandang pada namanya pun beragam, bahkan ada yg memiliki lebih dari satu gelar dinamanya.
Miris memang, ilmu yang mereka miliki dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Namun, itulah dampak dari seseorang yang berilmu namun akhlak baik tak berdampingan padanya. .
.
Untuk itu, pendidikan memang penting. Tapi seharusnya, ilmu yang didapat harus diringi dengan akhlak yang baik pula. Sehingga memberikan dampak baik serta bermanfaa untuk diri sendiri maupun sekitar. Bukan membuat keresahan untuk orang banyak.
Mari, perbaiki akhlak sejak dini.
Karena hidup, harus lebih berarti.
28 Mei 2017
23:30 WIB
Little Queen
Rabu, 07 Juni 2017
Pendidikan itu, Penting!
Kini, segelintir orang berpendapat. "Untuk apa menempuh pendidikan yang memakan waktu lama, sedangkan kebanyakan kisah sukses yang kita dengar berasal dari orang-orang yang tidak mengenyam pendidikan secara utuh, bahkan ada yang tidak sama sekali. Dan orang-orang yang mengenyam pendidikan tidak menjadi apa-apa". Sungguh, ini sebuah ironi. Dimana pada pendapat ini, sebuah pendidikanlah yang menjadi terpojokkan.
Sesungguhnya, pendidikan itu penting untuk siapa saja, tidak mengenal, ras, maupun taraf kehidupan. Semakin Anda terdidik dan memiliki ilmu, maka derajatmu akan semakin tinggi di hadapan-Nya. Seperti yg tercantum dalam Al-Qur`an surat Al-Mujaadilah ayat 11 : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.
Jadi bukan pendidikan yang menjadi kambing hitam. Tetapi orang-orang yang mengemban ilmu tersebut yang terkadang tidak mensyukuri nikmat mendapatkan ilmu tersebut. Menganggap dirinya lebih pandai, sedangkan hanya kesombongan yg semakin besar pada diri. "Tong kosong nyaring bunyinya"
Ah saya mah miskin, boro-boro buat pendidikan buat makan aja susah.
What? Inget, Sis Bro.
Allah itu Maha Pemurah dan Maha Pengasih.
Mau apa? Tinggal bilang.
Minta terus, minta sama Dia. Mewek abis sholat, dzikir diperkuat. Masa sih, Dia engga kasian? Engga mungkin! :blush::innocent:
Ibaratnya ya, kaya ada Ibu yang punya anak. Terus anak minta terus, sambil mewek, mana ada yang tega.
Eits, tapi Dia engga gitu aja langsung beri permintaan kalian lho.
Loh ko bisa? Ya bisalah.
Dia mau tau, sampai mana kesungguhan kalian. Lewat usaha-usaha untuk mencapai itu. Masa Mewek abis sholat, dzikir diperkuat, tapi kerjaannya seharian cuma tidur, ya engga bisalah..
So,
Pendidikan itu, Perlu!
Cuma, tergantung si Pribadi tersebut dalam menerima ilmu yang didapat.
Semangat, dalam menuntut ilmu!
Karena istirahatmu, di Surga.
Hanya catatan kecil di malam minggu.
Mohon maaf, bila ada salah kata. :relaxed: .
27 Mei 2017
-Little Queen-
Pendidikan itu, Perlu!
Cuma, tergantung si Pribadi tersebut dalam menerima ilmu yang didapat.
Semangat, dalam menuntut ilmu!
Karena istirahatmu, di Surga.
Hanya catatan kecil di malam minggu.
Mohon maaf, bila ada salah kata. :relaxed: .
27 Mei 2017
-Little Queen-
Rabu, 26 April 2017
Berhenti di Kamu
Cerita panjangku kini mulai menemui titik temu
Ada garis yang kian terlihat jelas
Mungkin takdir-Nya telah diperlihatkan padaku
Sebuah rahasia yang selalu ku pertanyakan
Ada sebuah nama yang selalu membuatku penasaran
Dari belahan bumi manapun selalu ku nantikan
Bagaimana rupanya selalu ku bayangkan
Dan tentang sikap serta tutur katanya yang masih menjadi sebuah misteri
Namun kini,
Ada sebuah nama yang mulai menampakkan diri
Memberanikan menghalang jarak dan waktu
Mencoba mencari jalan menuju Ridho-Nya
Kamu hadir, sebagai jawaban atas do'a-do'aku
Atas semua rintihan di sepertiga malam
Jawaban atas misteri yang selalu kupertanyakan
Dan tentang sosok yang kan ku dambakan seutuhnya
Hadirmu membawa suasana baru
Membuatku terpada akan indahnya dunia
Dengan bersamamu, kurasa surganya begitu dekat
Terima kasih telah mengajakku kedalam duniamu
Duniamu tak sembarang kau bagikan, namun denganku kau begitu bahagia menceritakannya
Aku bahagia, kini ada kau di sisi
Kini duniakupun, menjadi duniamu jua
Dan sudah kupastikan, semua tentangku berhenti dikamu.
@umulsidikoh
A.K.A LittleQueen
Ada garis yang kian terlihat jelas
Mungkin takdir-Nya telah diperlihatkan padaku
Sebuah rahasia yang selalu ku pertanyakan
Ada sebuah nama yang selalu membuatku penasaran
Dari belahan bumi manapun selalu ku nantikan
Bagaimana rupanya selalu ku bayangkan
Dan tentang sikap serta tutur katanya yang masih menjadi sebuah misteri
Namun kini,
Ada sebuah nama yang mulai menampakkan diri
Memberanikan menghalang jarak dan waktu
Mencoba mencari jalan menuju Ridho-Nya
Kamu hadir, sebagai jawaban atas do'a-do'aku
Atas semua rintihan di sepertiga malam
Jawaban atas misteri yang selalu kupertanyakan
Dan tentang sosok yang kan ku dambakan seutuhnya
Hadirmu membawa suasana baru
Membuatku terpada akan indahnya dunia
Dengan bersamamu, kurasa surganya begitu dekat
Terima kasih telah mengajakku kedalam duniamu
Duniamu tak sembarang kau bagikan, namun denganku kau begitu bahagia menceritakannya
Aku bahagia, kini ada kau di sisi
Kini duniakupun, menjadi duniamu jua
Dan sudah kupastikan, semua tentangku berhenti dikamu.
@umulsidikoh
A.K.A LittleQueen
Selasa, 18 April 2017
Jarak antara Kita
Sampai saat
ini,
Kata itu
belum bisa terdefinisi jelas dalam benakku
Tentang
sebuah hal yang membuat kita tak bisa bersama
Menjadi
penyebab rindu ini hadir begitu dalam
Aku, benci
dengan kata itu
Tapi aku
bersyukur, dengan hal itu membuatku menjadi merindumu
Rinduku
kadang hanya tersimpan baik tak terjamah
Biarkan
kita berusaha berjuang melawan itu satu sama lain
Jarak,
Bagaimana
kau sedemikian hebat membuat kita saling mencaci
Tentang
sebuah rasa yang tak terluapkan
Tentang
rasa yang mengakibatkan rindu yang kian meriak
Kamu,
Ku tahu
dirimu tak inginkan ini
Tapi apa
dayamu, apakah hanya diam ditempat?
Atau kau
berusaha tuk hapus jarak itu?
Jarakmu,
dan jarakku
Biarlah
menjadi saksi saat ini
Bahwa ada
dua insan yang saling merindu di tempat yang saling tak terjangkau
Dan nanti
kan terhapus oleh izin-Nya
oleh @umulsidikoh
A.K.A (Little Queen)
Dari yang Terdalam
Dalam,
Mungkin
kata itu yang aku tahu saat ini
Tentang
sebuah cinta yang kian kuat
Tentang
sebuah harap yang kian mencuat
Aku
mencintaimu,
Mungkin
hanya aku yang tahu
Rasa yang
terus tumbuh
Berasal
dari hati yang paling dalam
Aku mendambamu
Layaknya
bulan mendamba sang bintang
Tulus dan
lembut, hanya untukmu
Yang kini,
semakin dalam bak samudra yang terdalam
Semoga,
Rasa ini,
membuatku tetap menjadi diriku
Aku
mencintaimu
Dari
dalamnya rasa ini dan tulus hanya untukmu
oleh @umulsidikoh
A.K.A (Little Queen)
Senyum untukku ?
Namamu,
bahkan tak pernah ada dalam benak
Melihatmu,
bukan hal yang ku inginkan
Menjadi
temanmu, sesuatu yang mungkin mustahil bagiku
Kita tak
saling sapa satu sama lain
Kala itu,
kau tampakkan wajahmu dihadapanku
Wajah yang
membuatku sedikit mengubah haluan fokusku
Membuatku
kian penasaran akan dirimu
Lalu, kau
tersenyum kearahku
Senyum itu,
benarkah untukku?
Pertanyaan
itu menjadi bayang-bayang di anganku
Benarkah?
Atau hanya
diriku yang merasa
Maafkan
aku,
Mungkin
senyummu merubah sedikit duniaku
Ku harap itu
bukan sebuah candu bagiku
Tapi, hal
itu masih menjadi angan di pikirku
Senyummu,
Coba kamu
jelaskan setidaknya tentang itu, kepadaku.
Oleh @umulsidikoh
A.K.A (Little Queen)
Rabu, 11 Januari 2017
Puisi Untuk Ayah
Ranting kayu, kini lebih kuat dari tulang putihmu
Walaupun begitu, tetapi semangatmu bak mentari pagi
Senyum ceria, selalu terpancar darimu
Beban, tak pernah kau bagi dengan yang lain
Lelah, tak pernah terasa olehmu
Sakitmu, kau anggap waktu untuk beristirahat
Sosokmu yang ku cinta pertama kali
Kamu, yang bangga memiliki
Bahkan sebelum aku hadir, kau mendambakan kehadiranku di setiap waktumu
Kamu, lelaki yang berusaha sepenuh hati untuk selalu membuatku bahagia
Caramu menyembunyikan luka,
Caramu bercerita,
Caramu berbagi,
Masih teringat dalam benakku, dan menjadi panduan dalam hidupku
Ayah, cintamu padaku masih sama seperti dulu kah?
Ayah, kebangganmu terhadapku masih sama seperti dulu kah?
Ayah, kecemasanmu akan diriku masih sama seperti dulu kah?
Ayah, aku masih menjadi peri kecilmu yang selalu kau manjakan, bukan?
Kini, aku belum bisa menjadi apa yang kau impikan
Tapi ayah, kau tahu? mimpimu akan selalu ada di mimpiku
Setiap kata dari nasihatmu, masih terekam jelas dalam memori otakku
Aku, bangga memiliki sosok lelaki sepertimu ayah
Aku, kini berusaha menjadi peri kecil yang mampu berdiri sendiri
Aku, kini berusaha menjadi sosok tangguh yang selalu kau inginkan dulu
Aku, kini berusaha menjadi wanita cerdas yang mampu menginspirasi banyak orang
Aku, kini berusaha menjadi seseorang yang mampu membawa perubahan positif
Maafkan aku, jika terkadang mengeluh akan nasihatmu
Rezekimu, terkadang aku tak syukuri
Perintahmu, aku lalaikan jika ku tak mau
Kasih sayangmu, aku malu menaggapinya
Hai kesatria tangguh, aku bangga memilikimu!
Sosokmu selalu ku doa'akan, agar kau selalu menemanikau di sepanjang malam
Aku mencintaimu, ayah
Maafkan peri kecilmu, jika hingga kini belum bisa membuat dirimu tersenyum bangga
Ayah, do'akan aku semoga akan ada sosok yang menggantikanmu nanti
Dia yang berusaha membuatku selalu tersenyum dan bahagia
Dia yang menantikan kehadiranku, seperti dirimu dulu kala
Sosok yang sama sepertimu, dan bangga memilikiku seutuhnya
-Umul Sidikoh ( a.k.a Little Queen)-
Walaupun begitu, tetapi semangatmu bak mentari pagi
Senyum ceria, selalu terpancar darimu
Beban, tak pernah kau bagi dengan yang lain
Lelah, tak pernah terasa olehmu
Sakitmu, kau anggap waktu untuk beristirahat
Sosokmu yang ku cinta pertama kali
Kamu, yang bangga memiliki
Bahkan sebelum aku hadir, kau mendambakan kehadiranku di setiap waktumu
Kamu, lelaki yang berusaha sepenuh hati untuk selalu membuatku bahagia
Caramu menyembunyikan luka,
Caramu bercerita,
Caramu berbagi,
Masih teringat dalam benakku, dan menjadi panduan dalam hidupku
Ayah, cintamu padaku masih sama seperti dulu kah?
Ayah, kebangganmu terhadapku masih sama seperti dulu kah?
Ayah, kecemasanmu akan diriku masih sama seperti dulu kah?
Ayah, aku masih menjadi peri kecilmu yang selalu kau manjakan, bukan?
Kini, aku belum bisa menjadi apa yang kau impikan
Tapi ayah, kau tahu? mimpimu akan selalu ada di mimpiku
Setiap kata dari nasihatmu, masih terekam jelas dalam memori otakku
Aku, bangga memiliki sosok lelaki sepertimu ayah
Aku, kini berusaha menjadi peri kecil yang mampu berdiri sendiri
Aku, kini berusaha menjadi sosok tangguh yang selalu kau inginkan dulu
Aku, kini berusaha menjadi wanita cerdas yang mampu menginspirasi banyak orang
Aku, kini berusaha menjadi seseorang yang mampu membawa perubahan positif
Maafkan aku, jika terkadang mengeluh akan nasihatmu
Rezekimu, terkadang aku tak syukuri
Perintahmu, aku lalaikan jika ku tak mau
Kasih sayangmu, aku malu menaggapinya
Hai kesatria tangguh, aku bangga memilikimu!
Sosokmu selalu ku doa'akan, agar kau selalu menemanikau di sepanjang malam
Aku mencintaimu, ayah
Maafkan peri kecilmu, jika hingga kini belum bisa membuat dirimu tersenyum bangga
Ayah, do'akan aku semoga akan ada sosok yang menggantikanmu nanti
Dia yang berusaha membuatku selalu tersenyum dan bahagia
Dia yang menantikan kehadiranku, seperti dirimu dulu kala
Sosok yang sama sepertimu, dan bangga memilikiku seutuhnya
-Umul Sidikoh ( a.k.a Little Queen)-
Langganan:
Postingan (Atom)

