Malam,
Seperti biasanya terang dengan sinar rembulan
Terkadang angin bersiulan untuk sekedar menyampaikan pesan
Bintang pun menerangi dengan cahaya indahnya
Aku,
Aku masih sendiri dimalam sebelumnya
Bahkan dimalam ini, sendiri tetap setia menemaniku
Bukan sendiri yang menghampiriku
Tapi, tapi aku yang menghampiri sendiri itu
Biarkan sendiri,
Sendiri kan kuhampiri setiap malam
Bukannya ku tak mau bersama, cuma bersama sekarangpun tak berarti
Jika ku harus ditemani, biarkan sendiri yang menemani ku kini
Aku sendiri?
Bukan!
Aku tak pernah sendiri,
Sejatinya kesendirianku ini kan berakhir nanti
Aku selalu kesendirian di setiap malam
Esok,
Jika malam ku tak sendiri lagi
Harapku, kau yang diciptakan untuk menemani malam sendiriku
Mengganti kesendirianku dengan kebersamaan indah
Kesendirian kan menjadi teman sejati ku kini
Biarkan kesetiaanya menemaniku
Hingga kau sosok setia yang akan menggantikan posisinya
Aku,
Kesendirian,
Serta penantian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar